11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
Senin, 06 September 2010
 **:**:**






PENJAJAHAN PEMIKIRAN BARAT DALAM BIDANG PENDIDIKAN
24/03/2007
OLEH : DR. H. KASMURI SELAMAT, MA.
DIMUAT OLEH : ADMINISTRATOR

Firman Allah SWT:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani selamanya tidak akan merasa senang kepadamu sehingga kamu mengikuti millah (pola hidup/agama) mereka, jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka (konsep dan pemikiran yang bertentang dengan Islam) setelah datang kepadamu ilmu, maka Allah swt tidak akan menjadi wali dan tidak pula penolongmu." (QS. 2: 120)

Pendahuluan.

Benturan antara dunia Islam dengan dunia Barat dalam bentuk konfrontasi dan konflik tidak berakhir dalam medan perang salib. Ternyata Barat masih menyimpan dendam yang sangat mendalam bahkan tidak kunjung padam. Semangat berkobar semula pada abad ke enam belas Masehi. Diawali dengan kekuasaan Portugis dan Belanda, maka satu demi satu kuasa-kuasa Eropa mengharungi lautan lepas untuk menanamkan pengaruh serta kekuasaan mereka di Asia dan Afrika. Perlombaan dan persaingan hebat di kalangan negara-negara Barat mencapai puncaknya selepas pertengahan abad sembilan belas Masehi, sehingga satu demi satu negara-negara Muslim masuk dalam cengkeraman penjajah. Arnold J. Tynbee di dalam hal ini mengungkapkan: "Karena Barat telah berhasil menakluki lautan, maka sebelum akhir abad ke enam belas Barat telah berhasil melemparkan jerat ke leher Islam, tetapi hanya setelah abad ke sembilan belas sajalah baru Barat menarik jerat tersebut dengan kuatnya".

Realitas Penjajahan.

Tiga selogan yang dipakai oleh Portugis ketika mereka datang ke Timur yaitu G: Gold, Gospal and Glory (Kekayaan, keagamaan dan keagungan. Salah satunya muncul kepermukaan motif keagamaan yaitu memunculkan semangat salibiyah yang pelaksanaannya lebih meluas. Mereka berusaha keras untuk mengkristenkan anak-anak pribumi, seperti yang dialami oleh bangsa Indonesia pada masa penjajahan, di mana pihak penjajah berusaha untuk mewesternisasikan bangsa ini dan dilengkapi dengan Kristenisasi. Hal terbukti dari ungkapan Mangles: "Takdir telah menyerahkan kepada England empayar Hindustan yang luas supaya panji-panji Kristen dapat dikibarkan dengan megahnya dari satu penjuru India ke penjuru lainnya. Setiap orang mesti bekerja keras dan jangan ada sifat lalai dalam usaha besar untuk menjadikan semua penduduk India itu Kristen".

Selepas Perang Dunia Kedua, kuasa Barat terpaksa melepaskan jerat yang diikatkannya ke leher negara-negara jajahan, termasuk leher negara-negara Islam. Walaupun mereka terlepas daripada belenggu politik atau perhambaan politik, namun tidaklah berarti mencapai kemerdekaan seutuhnya. Sebenarnya masih ada lagi belenggu-belenggu lain yang tetap mengikat negara-negara tersebut, seperti pendominasian budaya dan pemikiran. Permasalahan pokok yang dihadapi oleh umat Islam pada masa sekarang ini adalah penjajahan dalam bidang pemikiran yang merupakan kesan sampingan dari penjajahan politik, sosial atau ekonomi. Ini juga merupakan rencana yang telah disusun penjajah dengan membina pusat-pusat pengajian khusus di daerah bekas jajahannya di Paris, Perguruan Tinggi yang mengkaji tentang masalah ketimuran di London dan kota lainnya di Eropa untuk mengkaji serta memikirkan starategi-strategi serta cara-cara untuk membawa negara-negara bekas jajahannya ke bawah dominasi budaya dan intelektuil (Cultural and Intellectual Slavery). Apa yang ingin dilahirkan dalam diri serta pemikiran manusia-manusia sebagai penduduk di negara-negara bekas jajahannya itu ialah acuan pemikiran yang senantiasa berpedoman kepada pemikiran Barat.

Penjajahan Pemikiran Melalui Dunia Pendidikan.

Penjajahan mendatangkan akibat berupa berbagai macam kerusakan baik bersipat fisik maupun aspek-aspek mental yaitu pemikiran, kerohanian, tradisi dan lainnya. Ibn Khaldun menjelaskan sifat dari manusia yang terjajah sebagai berikut: "Bangsa yang terjajah umumnya meniru dari penjajah seperti cara berpakaian, lambang-lambang dan berbagai adat istiadat mereka. Hal ini terjadi karena manusia terjajah sering menganggap bahwa bangsa yang menjajahnya itu perkasa dan sempurna. Manusia berbuat demikian karena kagum atau justru enggan menerima hakikat bahwa kekalahan mereka adalah sebab-sebab biasa dan di samping itu pula mereka mengagung-agungkan keperkasaan penjajah. Jika anggapan ini berkekalan, maka ia akan berubah menjadi keyakinan yang teguh. Akibatnya mereka akan menrima prinsip-prinsip serta meniru ciri-ciri penjajah. Hal ini berlaku tanpa disadari atau disebabkan dari anggapan yang salah bahwa penjajah mencapai kemenangan bukan karena persatuan serta kekuatan fisik, tetapi akibat dari kemunduran kepercayaan dan adat istiadat mereka (bangsa yang dijajah). Mereka yakin jika mereka meniru penjajah dalam segala aspek, sudah pasti sebab-sebab kekalahan yang dialami akan dapat dihapuskan".

Apa yang dikatakan oleh Ibn Khaldun itu menunjukkan bahwa sifat dari manusia yang dijajah itu di antaranya: Mereka merasa silau melihat cahaya kebudayaan penjajah dan kagum dengan keperkasaan mereka. Sehingga akhirnya mereka merasa kerdil, rendah dan hina. Inilah di antara hakikat perasaan rendah diri yang merong-rong jiwa mereka. Sebaliknya mereka meletakkan penjajah itu ditempat yang tinggi dan agung.

Pada akhir pertengahan abad sembilan belas masehi Barat menyadari, bahwa straregi Kristenisasi telah gagal dan terpaksa menukar strategi baru. Sarjana Perancis-A. Le Chatelier mengusulkan supaya dasar-dasar dan konsepsi Islam bagi umat Islam harus dirusak dengan cara memperopagandakan ide-ide Barat dengan memilih strategi pendidikan atau pelajaran. Barat menyadari,menguasai bidang pendidikan ini termasuk bidang kehidupan masyarakat yang paling penting bagi masa depan suatu bangsa. Hal ini terbukti dari ungkapan William Hunter pada tahun 1871: Kita mesti berusaha mendidik remaja-remaja Muslim mengikut rencana kita. Tanpa mengganggu agama mereka dan di dalam proses mereka mempelajari tugas-tugas keagamaan, kita patut menjadikan amalan agama mereka itu sekurang-kurangnya kurang ikhlas dan yang pasti tidak terlalu fanatik.

Dari ungkapan di atas dapat difahami, ternyata Barat ingin menjadikan pendidikan sebagai alat yang paling ampuh dan efektif untuk mengindoktrinasi daerah jajahannya, khusunya masyarakat Islam, supaya boleh mengubah pemikiran, intelek, akhlak dan kepribadian mereka menjadi seperti Barat. Sebagai bukti lembaga-lembaga pendidikan yang pernah dikelola oleh pemerintah Belanda di Indonesia melahirkan golongan intelektual yang memuja Barat dan menyudutkan tradisi nenek moyangnya serta kurang menghargai Islam, agama yang dipeluknya.

Strategi ini sama dengan strategi Inggris ketika menjajah India, hal ini terbukti dari ungkapan Lord Marcaulay: "Kita harus berusaha sedapat mungkin untuk membentuk satu golongan yang menjadi perantaraan antara kita dengan jutaan rakyat peribumi yang kita perintah, segolongan orang yang masih India kulit dan darahnya tetapi telah diinggriskan citarasa, pemikiran, moral dan intelektualnya.

Di dalam sistem pendidikan Liberal-Sekular ini yang diutamakan adalah rasionalisme dan saintifik yang menekankan tumpuan zaman sekarang dan hal-hal yang bersifat duniawi. Sementara agama pula dianggap sebagai hal yang kurang diperlukan karena ia sering berbicara tentang hari kemudian yang keberadaannya masih mereka ragukan. Sistem pendidikan ini melahirkan dualisme atau penduaan di mana dunia dan agama itu saling terasing yang berkesudahan dengan pemisahan kehidupan dunia dari agama. Agama makin lama menjadi semakin tersisih dari kehidupan, menumpang bila perlu dikuburkan sama sekali.

Hasil daripada pelaksanaan dan perkembangan sistem pendidikan Liberal-Sekular telah berhasil menjadikan pegangan umat Islam terhadap agamanya luntur dan akidah menjadi lemah. Sesungguhnya tujuan yang direncanakan oleh pihak penjajah telah mencapai kejayaan yang sangat besar. Profesor Syed Muhammad Naguib Al-Attas berkomentar: "Deislamisasi ialah masuknya konsep-konsep asing dalam pemikiran umat Islam yang menetap dan seterusnya mempengaruhi pemikiran dan tingkah lakunya". Selanjutnya beliau menambahkan: "Penerapan ciri-ciri asasi 'world-view' Barat dan pengukuhannya di dalam pemikiran Muslim berlangsung pelan-pelan melalui sistem pendidikan yang berasaskan kepada konsep pengetahuan dan prinsip-prinsipnya yang akhirnya akan membawa kepada deislamisasi di dalam pemikiran Muslim". Muhammad Qutb menjelaskan: "Pengajaran agama telah mengecut kepada kadar helaian-helaian teks yang kecil untuk dihapal dan diuji pada setiap semester. Pengajaran agama yang lebih ditekankan adalah aspek kognitifnya, kepada murid-murid dikehendaki menghapal dan mengemukakan hasil hapalannya itu pada waktu ujian dilaksanakan. Sementara aspek afektif, amali dan penghayatannya, terbiar dan tidak dititikberatkan. Akibatnya pendidikan agama yang tersepit hanya berfungsi memenuhi ruang yang sempit yang disediakan. Dengan demikian dapatlah diketahui, ternyata umat Islam yang terjajah secara pelan-pelan telah mengenepikan sistem pendidikan Islam, dan kini Barat telah berhasil merubah pemikiran, mereka dari Islam kepada Barat. Mereka telah menjadi Barat, yang tidak berubah hanya warna kulit mereka.

Penutup

Menjadi tanggungjawab kita untuk menyingkirkan belenggu penjajah yang masih saja kita warisi dan alangkah baiknya jika kita mau merenungkan syair Muhammad Iqbal, filosof dan penyair Muslim yang terkenal; "Sudah lama kita menari di sekeliling dian (api) dan mengharapkan cahaya dari orang lain, maka kini sudah tiba saatnya kita memasang dian (api) dan mendapatkan cahaya kita sendiri".

Penulis.
Penulis
DR. H. KASMURI SELAMAT, MA.
Dosen STIE Syariah Bengkalis

«« ARSIP ARTIKEL

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah: 275
_____________________________

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
QS. Al-Baqarah: 61
_____________________________

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
QS. Al-Baqarah: 89
_____________________________

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS. Al-Baqarah: 102
_____________________________

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. Al-Baqarah: 26-27
_____________________________

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
QS. Al-Baqarah: 113-114
_____________________________

Rasul telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"
QS. Al-Baqarah: 285
_____________________________

"Akan datang pada kaum (orang-orang menuntut ilmu). Apabila kalian melihat mereka, maka katakanlah kepada mereka: "selamatlah dengan wasiat-wasiat (pesan) Rasulullah saw dan berilah fatwa mereka".
(HR. Ibnu Majah)
_____________________________

"Berpegang teguhlah kamu kepada tali Agama Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah swt atasmu ketika kamu bermusuh-musuhan lalu dilunakkan hati-hatimu, lalu jadilah kamu berkat nikmatnya itu bersaudara sedangkan kamu pada waktu itu sedang berada di tetapi jurang api neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah swt menjelaskan ayat-ayatNya supaya mendapat petunjuk."
(Q.S. Ali Imran: 103)
_____________________________

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
(Q.S. Al-Ikhlas: 1-4)
_____________________________

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
(Q.S. Al-Qaria: 1-11)
_____________________________


Mohon Maaf, Karena Ada Pihak-Pihak Tertentu Yang Tidak Bertanggung Jawab Dan Sengaja Ingin Mengacaukan Tampilan Website Ini Dengan Isi Pesan Yang Tidak Sesuai Dengan Norma-Norma Islami. Untuk Itu Layanan Ini Terpaksa Kami TUTUP, Supaya Dapat Dimaklumi.
Terima Kasih Atas Perhatiannya.

|> KIRIM PESAN | LIHAT ARSIP <|

Homepage PHP Homepage MySQL