11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
Senin, 06 September 2010
 **:**:**






ISLAM PEMERSATU UMAT MELAYU
27/03/2007
OLEH : DRS. MUHAMMAD ISA SELAMAT, MA.
DIMUAT OLEH : ADMINISTRATOR

Firman Allah swt:
"Berpegang teguhlah kamu kepada tali Agama Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah swt atasmu ketika kamu bermusuh-musuhan lalu dilunakkan hati-hatimu, lalu jadilah kamu berkat nikmatnya itu bersaudara sedangkan kamu pada waktu itu sedang berada di tetapi jurang api neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah swt menjelaskan ayat-ayatNya supaya mendapat petunjuk." (Q.S. Ali Imran: 103)

Agama Islam menjadi pegangan yang kukuh bangsa Melayu. Menjalar dalam alur nadi setiap individu ketika pertama kali diperkenalkan dalam kehidupan mereka. Cahaya tauhid dengan mudah memancar dalam kalbu, karena ia sesuai dengan fitrah keinsanan bangsa ini. Islam sebagai teras atau pondasi kemelayuan, jika nilainya telah hakis maka tidaklah dikatakan orang tersebut sebagai orang Melayu.

Disebabkan nilai Islam telah mengajarkan kepada umatnya agar menghormati anutan orang lain, maka orang Melayu terpanggil memenuhi seruan tersebut. Terjadilah hubungan harmoni antara sesama umat Islam yang berbudaya Melayu dengan berbagai penganut agama lain. Walaupun begitu di antara penganut agama lain memberi label bahwa umat Islam adalah sebagai pengganas.

Kurangnya pemahaman penganut agama lain terhadap Islam menyebabkan mereka memandang Islam dengan kacamata kebencian. Masih timbul tudingan keliru kepada umat Islam dan ajarannya. Jika tudingan ini tidak dihentikan dengan jiwa dan fikiran jernih, maka akan memusnahkan rasa saling percaya antara umat di dunia Melayu ini. Jika kepercayaan antara umat telah musnah, maka kehancuran akan datang secara tiba-tiba.

Kepercayaan antara individu, antara penganut merupakan sendi mengukuhkan kedamaian umat. Jika sendi ini telah dikoyak dengan kebencian dan kecurigaan maka benih kebencian itu telah ditabur dalam segenap jiwa. Dalam ajaran Islam tidak pernah mengajarkan kepada penganutnya kebencian kepada orang lain, bahkan Islam menganjurkan sikap toleransi (tidak mengganggu cara ibadah orang lain) dalam berhubungan dengan orang bukan beragama Islam.

Pernah terjadi suatu peristiwa pada zaman sahabat Rasulullah SAW. yaitu pada zaman Khalifah Umar Ibnul Khattab. Ketika itu seorang Yahudi mengadu kepada Khalifah Umar bahwa pemimpin Islam di daerahnya telah merampas rumah dan tanahnya untuk mendirikan sebuah masjid. Maka Khalifah Umar menyuruh orang Yahudi itu mengambil sepotong tulang Hewan. Ketika mencari tulang itu, didalam fikiran si Yahudi timbul kebingungan dan seribu pertanyaan bahkan menuduh Khalifah Umar sebagai pemimpin Islam yang tidak normal. Setelah tulang itu diserahkan, Khalifah Umar melakar dengan pedangnya satu garisan tegak dan satu garisan melintang di penghujung garis tegak itu. Kemudian Khalifah Umar menyuruh si Yahudi tersebut menyerahkan tulang itu kepada penguasa Islam yang berada di tempatnya.

Disepanjang perjalanan, si Yahudi tadi kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar. Ia coba berfikir dan menganalisa, tetapi mindanya tidak mampu menjangkau. Namun walaubagaimanapun ketika sampai, Yahudi itu menyerahkan tulang tadi kepada penguasa Islam tersebut. Setelah pemimpin Islam itu mengetahui bahwa tulang itu adalah perutusan dari Khalifah Umar, maka ia gemetar ketakutan sehingga menyebabkan Yahudi tadi merasa heran dan ingin mengetahui hakikat dan falsafah perutusan yang dibawanya itu.

Pemimpin Islam itu menerangkan falsafah tersirat disebalik semuanya itu. Tulang yang berada ditangannya itu memiliki makna bahwa seorang pemimpin Islam harus bersifat mulia bukan bersifat zalim. Artinya jangan merampas hak orang lain dengan cara tidak benar sehingga habis sampai ke akar-akarnya (diibaratkan dengan daging hidangan dimakan seluruh isinya yang tinggal hanya tulang).

Garis tegak itu menganjurkan agar aku menjalankan Islam dengan sebenarnya dengan tidak mengambil hak orang lain meskipun untuk mendirikan sebuah masjid. Sedangkan garis melintang itu adalah hukum yang memberi makna yaitu jika aku tidak menegakkan ajaran Islam secara benar, maka leherku akan dipancung.

Khalifah Umar melakar garis-garis tersebut dengan menggunakan pedang yang memberi makna bahwa perintah dan anjuran itu merupakan amaran paling keras jika tidak dijalankan dengan betul. Dari peristiwa ini menunjukkan betapa ajaran Islam menghargai dan menghormati orang yang bukan Islam. Disebabkan ketinggian nilai Islam di mata orang Yahudi tersebut akhirnya ia memeluk agama Islam. Bahkan seluruh tanah dan rumahnya diserahkan sebagai tapak mendirikan masjid.

Semua yang dilakukan pemimpin Islam, memiliki makna dan falsafah dalam menegakkan keadilan. Tulang mempunyai makna nilai-nilai kemanusiaan yang harus dihargai oleh setiap insan. Garis tegak memiliki makna keadilan dalam menegakkan undang-undang oleh penguasa. Garis melintang bermakna hukuman bagi orang yang tidak menjalankan syariat (undang-undang) Islam, sedangkan pedang merupakan amaran atau peringatan bagi setiap individu yang menyeleweng dalam menegakkan keadilan. Begitulah bukti kemurnian dalam kepemimpinan Islam. Jika pemerintah atau penguasa Islam di suatu daerah, terdiri dari rakyat Islam dan bukan Islam tidak dapat menjalankan keadilan dengan betul, maka pemimpin yang paling atas dengan segera akan menegurnya.

Islam memang hanya menganjurkan kebenaran, sedangkan kejahatan dan kebatilan bukanlah anjurannya, melainkan kekufuran dan keingkaran umat. Begitu juga halnya dengan agama dan ajaran lain yang juga memiliki penganut yang taat dan ingkar. Meskikah kita menyalahkan syariat hanya dengan kesalahan segelintir umat. Tentu saja tidak. Meskikah harus melihat penganut ajaran Islam itu dengan kebencian hanya karena kesalahan yang dilakukan oleh segelintir orang berdosa.

Begitu juga halnya dengan ajaran agama Kristen, meskikah orang Islam menyalahkan ajaran Kristen yang dibawa oleh Nabi Isa AS. yang semulanya memang benar, akhirnya diselewengkan oleh penganutnya sesudah kewafatannya. Umat Islam hanya meyakini Kristen sebagai agama samawi yang dibawa oleh Nabi Isa. Namun tidak meyakini dengan perubahan yang dibuat oleh orang sesudah beliau. Pun begitu Islam tidak menganjurkan permusuhan dan kebencian kendatipun dengan penganut agama Kristen yang telah dirubah sekarang ini, termasuk juga dengan agama-agama yang lainnya.

Bangsa Melayu yang telah berakar nilai kebenaran Islam dalam diri mereka dengan mudah merefleksi konsep toleransi dalam kehidupan beragama. Meskipun ada diantara Dunia Melayu yang masih sensitif masalah etnik dan toleransi beragama, namun perkara itu terjadi lantaran dipengaruhi oleh kesan-kesan penjajahan masa silam.

Hari ini bangsa Melayu yang mayoritas memeluk Islam, optimis bahwa agama yang dianutnya akan mampu memupuk hubungan harmoni antara penganut lain di dunia ini, dengan tidak mengabaikan sedikitpun nilai akidah di dalam jiwanya.

Penulis.
Penulis
Drs. Mhd. Isa Selamat, MA.
Dosen STIE Syariah Bengkalis

«« ARSIP ARTIKEL

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah: 275
_____________________________

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
QS. Al-Baqarah: 61
_____________________________

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
QS. Al-Baqarah: 89
_____________________________

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS. Al-Baqarah: 102
_____________________________

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. Al-Baqarah: 26-27
_____________________________

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
QS. Al-Baqarah: 113-114
_____________________________

Rasul telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"
QS. Al-Baqarah: 285
_____________________________

"Akan datang pada kaum (orang-orang menuntut ilmu). Apabila kalian melihat mereka, maka katakanlah kepada mereka: "selamatlah dengan wasiat-wasiat (pesan) Rasulullah saw dan berilah fatwa mereka".
(HR. Ibnu Majah)
_____________________________

"Berpegang teguhlah kamu kepada tali Agama Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah swt atasmu ketika kamu bermusuh-musuhan lalu dilunakkan hati-hatimu, lalu jadilah kamu berkat nikmatnya itu bersaudara sedangkan kamu pada waktu itu sedang berada di tetapi jurang api neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah swt menjelaskan ayat-ayatNya supaya mendapat petunjuk."
(Q.S. Ali Imran: 103)
_____________________________

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
(Q.S. Al-Ikhlas: 1-4)
_____________________________

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
(Q.S. Al-Qaria: 1-11)
_____________________________


Mohon Maaf, Karena Ada Pihak-Pihak Tertentu Yang Tidak Bertanggung Jawab Dan Sengaja Ingin Mengacaukan Tampilan Website Ini Dengan Isi Pesan Yang Tidak Sesuai Dengan Norma-Norma Islami. Untuk Itu Layanan Ini Terpaksa Kami TUTUP, Supaya Dapat Dimaklumi.
Terima Kasih Atas Perhatiannya.

|> KIRIM PESAN | LIHAT ARSIP <|

Homepage PHP Homepage MySQL