11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
Senin, 06 September 2010
 **:**:**






SOSIALISASI PERBANKAN SYARIAH MELALUI KAUM IBU
09/04/2007
OLEH : DENY SETIAWAN, SE, M.EC.
DIMUAT OLEH : ADMINISTRATOR

PERKEMBANGAN perbankan syariah sampai akhir tahun 2006 tidak begitu mengembirakan. Total asset perbankan syariah hanya 1,5 persen dari industri perbankan Indonesia. Berbagai strategi telah dilakukan untuk memacu perkembangan perbankan syariah seperti memperkenalkan produk-produk baru, sistim office channeling, peningkatan sumber daya manusia dan lain sebagainya. Semua ini dimaksudkan untuk mendobrak perbankan syariah agar lebih cepat berkembang.

Memang harus di akui banyak tantangan yang di hadapi perbankan syariah di Indonesia. Jumlah populasi penduduk muslim terbesar di dunia tidak serta merta menjadikan perbankan syariah menjadi leader di dunia perbankan Indonesia. Begitu pula Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengenai haramnya bunga bank juga tidak mempunyai pengaruh jangka panjang yang dapat menyebabkan umat beralih ke bank syariah.

Penyebab Lambatnya Perkembangan Perbankan Syariah

Ada beberapa faktor penyebab lambatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia:

Pertama, sistim ideologi Negara. Sistim ideologi Negara Indonesia bukanlah Islam. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap sistim keuangan Negara. Bagaimana mungkin perkembangan perbankan syariah diharapkan cepat jika pengambil kebijakan-kebijakan ekonomi Negara tidak mendukung secara khaffah sistim perbankan syariah.

Kedua, masih relatif baru. Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia berdiri tahun 1992. Artinya, sudah 14 tahun keberadaan bank syariah di Indonesia. Akan tetapi tahun berdiri Bank Muamalat Indonesia tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menilai jangka waktu perbankan syariah di Indonesia. Menjamurnya bank syariah adalah setelah krisis moneter tahun 1998, tepatnya di atas tahun 2000. Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah Indonesia, Bank Danamon Syariah, Bank BNI syariah dan bank-bank daerah yang membuka unit usaha syariah semua berdiri di atas tahun 2000. Maka, lebih tepat dikatakan bahwa perkembangan perbankan syariah di Indonesia baru sekitar 6 tahun ini.

Ketiga, sumber daya manusia. Saat ini belum begitu banyak orang yang dapat menjelaskan mengenai perbankan syariah secara baik. Hal ini berlaku di tataran teori maupun praktek. Kita bisa melihat bukti bahwa hanya sedikit sekali lembaga pendidikan yang menawarkan perbankan syariah sebagai salah satu fokus studinya. Dalam tataran praktek juga demikian, keluhan-keluhan masyarakat terus mengalir akibat mentalitas yang ada di perbankan syariah. Semua ini adalah cermin sumber daya manusia yang belum mumpuni. Sumber daya manusia profesional di perbankan syariah belum terbentuk dengan baik.

Keempat, sosialisasi. Sosialisasi adalah alat penting untuk perkembangan perbankan syariah. Apalagi di zaman moderen ini. Sosialisasi tentang perbankan syariah dirasakan sedikit sekali. Sosialisasi dapat saja berbentuk promosi, iklan di media cetak dan elektronik. Atau cara dakwah menjadi salah satu bentuk sosialisasi yang efektif. Sosialisasi ini erat hubungannya dengan sumber daya manusia. Boleh dikatakan bahwa praktisi perbankan syariah mempunyai beban ganda. Beban pertama adalah sebagai praktisi bank, beban kedua adalah sebagai pendakwah. Meski tidak seluruhnya beban itu di pundak praktisi bank akan tetapi hal tersebut tidak dapat terhindari. Bagaimana mungkin nasabah akan yakin jika seorang customer service perbankan syariah tidak dapat menjawab pertanyaan nasabah yang meragukan tentang persamaan riba dengan bunga bank misalnya. Atau pertanyaan tentang produk yang ditawarkan seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah dan lain sebagainya.

Sosialisasi Melalui Kaum Ibu

Sosialisasi yang baik, tepat dan cermat akan menghasilkan sebuah perkembangan yang pesat untuk perbankan syariah. Seperti yang telah dikemukakan, banyak cara sosialisasi yang ditawarkan. Salah satu layak menjadi pemikiran bersama adalah sosialisasi melalui kaum Ibu.

Perkembangan jumlah wanita jauh di atas kaum laki-laki. Melihat physikologi masyarakat Indonesia, secara umum laki-laki yang bertugas mencari nafkah keluarganya dengan cara bekerja. Penghasilan suami akan di kelola oleh istri untuk kebutuhan keluarga. Artinya, istri memegang peranan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

Pendapatan yang dihasilkan tidak semua digunakan untuk konsumsi. Sebahagian akan ditabung. Tentunya di zaman sekarang orang tidak lagi menabung di bawah bantal atau celengan. Selain tidak efesien juga rentan terhadap kehilangan. Alternatif lain tempat menabung adalah bank. Bank tidak lagi asing bagi masyarakat kita. Lalu pertanyaannya ke bank mana kaum Ibu akan menabungkan uangnya?

Untuk itulah perlunya sosialisasi perbankan syariah pada kaum Ibu. Kaum Ibu adalah calon nasabah potensial yang layak diperhatikan oleh dunia perbankan syariah. Media sosialisasi yang dapat dimasuki antara lain majelis taklim Ibu-Ibu.

Melihat karesteristik waktu yang di punyai Ibu-Ibu rumah tangga, majelis-majelis taklim ini menjadi sarana interaksi sosial yang penting. Setelah sibuk di rumah dengan kegiatan rumah tangga, interaksi sesama kaum Ibu adalah hal yang menyenangkan. Karena itulah kita bisa menyaksikan majelis taklim kaum Ibu selalu ramai. Berbeda dengan kaum Bapak. Setelah beraktifitas dengan segala kegiatannya kecendrungan laki-laki lebih memilih untuk beristirahat setelah semua pekerjaannya selesai. Kita bisa buktikan majelis taklim kaum Bapak cendrung sedikit yang menghadirinya.

Perbankan syariah hendaknya jeli melihat fenomena ini. Kondisi ini adalah kesempatan emas untuk mensosialisasikan perbankan syariah kepada kaum Ibu. Pemahaman yang benar tentang riba akan menarik kaum Ibu untuk lebih memilih perbankan syariah dibandingkan perbankan konvensional. Jika ini berhasil maka perkembangan perbankan syariah akan melaju pesat.

Mudah-mudahan ini dapat menjadi sebuah strategi alternatif dalam perkembangan perbankan syariah selanjutnya. Lebih penting dari itu semua, kita dapat membantu umat keluar dari dosa riba yang sangat besar serta ancaman Allah SWT terhadap orang-orang yang masih memakan riba.

"...padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusanya (teserah) kepada Allah. Orang yang mengulanggi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Al-Baqarah: 275).
Semoga kita bukan orang-orang yang termasuk ancaman Allah SWT kekal di dalam neraka. Naudzubillahiminzalik.

Penulis.
Penulis
Deny Setiawan, SE, M.Ec.
Dosen STIE Syariah Bengkalis

«« ARSIP ARTIKEL

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah: 275
_____________________________

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
QS. Al-Baqarah: 61
_____________________________

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
QS. Al-Baqarah: 89
_____________________________

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS. Al-Baqarah: 102
_____________________________

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. Al-Baqarah: 26-27
_____________________________

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
QS. Al-Baqarah: 113-114
_____________________________

Rasul telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"
QS. Al-Baqarah: 285
_____________________________

"Akan datang pada kaum (orang-orang menuntut ilmu). Apabila kalian melihat mereka, maka katakanlah kepada mereka: "selamatlah dengan wasiat-wasiat (pesan) Rasulullah saw dan berilah fatwa mereka".
(HR. Ibnu Majah)
_____________________________

"Berpegang teguhlah kamu kepada tali Agama Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah swt atasmu ketika kamu bermusuh-musuhan lalu dilunakkan hati-hatimu, lalu jadilah kamu berkat nikmatnya itu bersaudara sedangkan kamu pada waktu itu sedang berada di tetapi jurang api neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah swt menjelaskan ayat-ayatNya supaya mendapat petunjuk."
(Q.S. Ali Imran: 103)
_____________________________

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
(Q.S. Al-Ikhlas: 1-4)
_____________________________

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
(Q.S. Al-Qaria: 1-11)
_____________________________


Mohon Maaf, Karena Ada Pihak-Pihak Tertentu Yang Tidak Bertanggung Jawab Dan Sengaja Ingin Mengacaukan Tampilan Website Ini Dengan Isi Pesan Yang Tidak Sesuai Dengan Norma-Norma Islami. Untuk Itu Layanan Ini Terpaksa Kami TUTUP, Supaya Dapat Dimaklumi.
Terima Kasih Atas Perhatiannya.

|> KIRIM PESAN | LIHAT ARSIP <|

Homepage PHP Homepage MySQL