11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
Senin, 06 September 2010
 **:**:**






BERBEDA ANTARA IDE DENGAN KENYATAAN
01/05/2007
OLEH : DR. H. KASMURI SELAMAT, MA.
DIMUAT OLEH : ADMINISTRATOR

Firman Allah yang bermaksud:
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku redhai Islam itu menjadi agama bagimu". (Al-Maidah: 3).

INTI sari dari surah Al-Maidah ayat 3 di atas, dapatlah disimpulkan di sini, dengan tegas Allah mengatakan, bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Namun yang menimbulkan pertanyaan di hati kita, jika memang benar Islam itu adalah agama yang sempurna, mengapa kenyataan yang kita lihat, umatnya sangat jauh dari kesempurnaan?

Sebagai jawabannya, berarti telah terjadi dikotomi (pemisahan) antara ajaran Islam dengan umatnya, di mana Islam selaku ajaran yang datangnya dari Allah SWT berbicara lain, sedangkan umatnya pula bertingkah laku lain. Apa yang dilakukan sangat berlawanan, tidak obahnya seperti menyuruh orang pekak, di suruh ke ladang dia ke sawah, di suruh ke atas dia ke bawah. Inilah barangkali yang disindir oleh Allah dalam firman-Nya:

"Mereka itu pekak, bisu, buta dan sangat sulit untuk kembali ke jalan yang benar". (Al-Baqarah: 18).

Pada kesempatan ini akan dikemukakan beberapa fenomena yang sedang dialami oleh umat Islam, sehingga mereka sangat jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan oleh agamanya sendiri.

Fenomena sentral tersebut menurut hemat penulis di antaranya adalah kesilapan kita dalam menentukan kepribadian.

Sebagaimana yang kita maklumi, dalam bertingkah laku dan berbuat, selaku umat Islam ada seorang tokoh yang harus kita jadikan panutan kita, iaitu Nabi Muhammad SAW. Agama menganjurkan kepada kita supaya mencontohi beliau, sebab beliau adalah Insanul Kamil. Logikanya tokoh idola kita dalam kehidupan ini, supaya kita selamat dunia akhirat, tidak ada yang lain kecuali Muhammad SAW.

Cuma sangat disayangkan, dalam upaya mencontohi kepribadian Muhammad ini, banyak di antara umat Islam yang salah kafrah, sehingga mereka tidak melihat kepribadian Muhammad itu sebagai satu kesatuan utuh atau secara integral, melainkan memandangnya secara terpisah-pisah atau farsial. Atau dengan kata lain, tidak ubahnya seperti empat orang buta yang disuruh untuk meraba gajah. Bagi yang teraba ekornya mengatakan bahwa gajah itu kecil sebesar tali belati, yang teraba telinganya mengatakan gajah lebar seperti daun keladi, yang teraba kakinya mengatakan gajah hanya sebesar batang pisang, sedangkan bagi yang teraba badannya, mati-matian mengatakan gajah besar seperti gunung. Masing-masng mereka mengatakan bahwa dialah yang benar. Padahal kebenaran itu adalah himpunan dari pendapat keempat orang tersebut.

Begitu jugalah halnya dengan umat Islam, ada di antara kita yang ingin mencontohi tingkah laku Muhammad cuma dari sudut kesabarannya saja, mereka sangat memperhatikan sebuah cerita yang mengisahkan tentang kesabaran Muhammad tersebut.

Pernah pada suatu hari, Muhammad lalu di halaman rumah orang Yahudi, tiba-tiba kepala dan pakaiannya telah penuh dengan najis, karena disiram oleh si Yahudi tersebut. Walaupun demikian Muhammad tetap sabar, bahkan keesokan harinya dia masih lalu lagi di halaman rumah Yahudi tadi, dan nasib yang diterimanya pada hari ini masih tetap sama. Namun dia masih juga sabar. Pada hari yang ketiga ternyata si Yahudi tadi sakit, mendengar berita itu, Muhammad langsung pergi melihatnya. Pada saat itulah membuatkan si Yahudi tadi berfikir, sungguh mulia hati Rasulullah SAW. Orang yang pernah dilemparinya dengan najis, adalah orang yang pertama sekali datang ke rumahnya bertaziah, sedangkan jiran sebelah rumahnya hanya acuh-acuh saja. Tertarik dengan kepribadian Rasulullah SAW itu, secara spontan ia menyatakan keislamannya.

Demikianlah kesabaran Muhammad, yang akhirnya kita tiru. Cuma sangat disayangkan, yang kita tiru hanya kesabarannya saja, dan peniruan kita terhadap kesabarannya itu sudah sangat berlebihan, sehingga agama atau aqidah kita sudah diinjak-injak orang, kita masih tenang-tenang saja dalam keadaan pasrah.

Kita terlupa, bahwa kesabaran Muhammad ada batasnya. Dikisahkan pula dalam sejarah, ketika Rasulullah SAW sebagai pimpinan sebuah negara Islam dengan ibu kotanya Madinah. Beliau pernah mengikat sebuah perjanjian dengan orang-orang Yahudi yang menetap selaku penduduk Madinah pada saat itu. Perjanjian tersebut berisikan tentang toleransi kehidupan beragama, serta mengharapkan supaya orang-orang Yahudi itu mahu menganggap kota Madinah sebagai kota mereka sendiri, hidup saling berdampingan dengan umat Islam, jika ada musuh yang datang menyerang, mari bersama-sama mempertahankan kota tersebut.

Akan tetapi dasar si Yahudi umat munafik, umat yang tidak tahu diuntung, mereka khianati perjanjian itu, mereka melakukan berbagai macam kerusakan, membunuh, merampok dan sebagainya. Akhirnya apa yang terjadi?. Berhadapan dengan hal yang demikian ini, bangkitlah kemarahan Rasulullah SAW, bahkan Ali Syariati di dalam bukunya yang berjudul sosiologi Islam berpendapat; jika Nabi Musa AS. marah, akan tembus baju tujuh lapis oleh bulu romanya, akan tetapi jika Muhammad SAW marah, maka sikapnya akan lebih dahsyat dari Nabi Musa, terbukti kata beliau, dalam peperangan, Muhammad bisa melompat dari kuda yang satu ke kekuda yang lain sedang dalam keadaan berlari kencang, dan tidak ada satu orang musuhpun yang bisa lepas dari mata pedangnya.

Terbukti pula dari kisah Yahudi tadi, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat supaya menangkap laki-laki Yahudi yang berbuat makar tersebut, setelah ditangkap, jumlah mereka lebih kurang 70 orang. Kesemuanya mereka itu dihadapkan kepada Rasulullah SAW. Pada saat itu juga Rasulullah memerintahkan supaya digali lubang, sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya. Selepas itu dengan tangannya sendiri, ia memasukkan si Yahudi tadi. Meraung, menangis, minta tolong, namun prinsip Muhammad pada waktu itu; tidak ada maaf bagimu! Selepas itu, ia memerintahkan supaya si Yahudi yang telah terhimpun dalam satu lubang itu ditimbun dengan tanah.

Inilah dia kepribadian Muhammad, ada masanya dia menjadi orang yang sabar, sesuai dengan situasi dan kondisi, dan ada masanya pula dia bangkit dan marah, andaikata martabat dan agamanya telah dipandang orang dengan sebelah mata. Selagi kita umat Islam tidak meniru secara utuh kepribadian ini, selama itulah kita akan menjadi umat yang dipandang enteng oleh umat yang lain.

Kekeliruan umat Islam selanjutnya, salah kafrah dalam menilai masalah ketaqwaan. Untuk menjadi orang yang taqwa, kita dianjurkan supaya meniru Muhammad dalam melaksanakan ibadah. Ternyata dalam peniruan ini juga salah. Kita hanya berpegang kepada riwayat yang mengatakan bahawa Muhammad adalah orang yang taat beribadah kepada Allah, di malam hari ia menangis terisak-isak melaksanakan qiyamullail, bahkan kedua kakinya menjadi bengkak karena rukuk dan sujud kepada Allah. Melihat yang demikian itu, seakan-akan dunia ini tidak ada arti bagi dirinya.

Justru itu masih ada di antara kita yang meniru hal ini, beribadah secara terus menerus, memencilkan diri, duduk saja di masjid atau di surau-surau guna berzikir kepada Allah, bahkan untuk makannya saja diantarkan oleh orang lain.

Kita terlupa, bahwa masa yang dipergunakan oleh Muhammad untuk itu tidaklah 100%, padahal pada waktu siang hari, beliau sibuk di pasar berjualan, dan terlihat pada waktu itu seakan-akan beliau ingin hidup di dunia ini untuk selama-lamanya. Bahkan beliau pernah menjadi seorang pedagang yang berhasil, sehingga ketika akan menikahi Siti Khadijah, sebagai hantarannya saja sebanyak 40 ekor unta, jika dinilai dengan uang sekarang, harganya mencapai miliyaran rupiah.

Logikanya kita umat Islam harus menjadi orang yang kaya, tetapi taqwa, karena miskinlah sampai saat sekarang kita masih tetap dijajah. Bahkan penjajahan sekarang telah berubah, dari penjajahan yang bersifat fisik kepada penjajahan dalam bidang ekonomi.

Mudah-mudahan hal yang demikian ini menjadi bahan renungan bagi kita bersama, serta kita berupaya untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara integral (menyeluruh) dan bukan secara farsial (hanya meninjau dari satu sudut).

Penulis.
Penulis
DR. H. KASMURI SELAMAT, MA.
Dosen STIE Syariah Bengkalis

«« ARSIP ARTIKEL

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah: 275
_____________________________

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
QS. Al-Baqarah: 61
_____________________________

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
QS. Al-Baqarah: 89
_____________________________

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS. Al-Baqarah: 102
_____________________________

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. Al-Baqarah: 26-27
_____________________________

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
QS. Al-Baqarah: 113-114
_____________________________

Rasul telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"
QS. Al-Baqarah: 285
_____________________________

"Akan datang pada kaum (orang-orang menuntut ilmu). Apabila kalian melihat mereka, maka katakanlah kepada mereka: "selamatlah dengan wasiat-wasiat (pesan) Rasulullah saw dan berilah fatwa mereka".
(HR. Ibnu Majah)
_____________________________

"Berpegang teguhlah kamu kepada tali Agama Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah swt atasmu ketika kamu bermusuh-musuhan lalu dilunakkan hati-hatimu, lalu jadilah kamu berkat nikmatnya itu bersaudara sedangkan kamu pada waktu itu sedang berada di tetapi jurang api neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah swt menjelaskan ayat-ayatNya supaya mendapat petunjuk."
(Q.S. Ali Imran: 103)
_____________________________

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
(Q.S. Al-Ikhlas: 1-4)
_____________________________

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
(Q.S. Al-Qaria: 1-11)
_____________________________


Mohon Maaf, Karena Ada Pihak-Pihak Tertentu Yang Tidak Bertanggung Jawab Dan Sengaja Ingin Mengacaukan Tampilan Website Ini Dengan Isi Pesan Yang Tidak Sesuai Dengan Norma-Norma Islami. Untuk Itu Layanan Ini Terpaksa Kami TUTUP, Supaya Dapat Dimaklumi.
Terima Kasih Atas Perhatiannya.

|> KIRIM PESAN | LIHAT ARSIP <|

Homepage PHP Homepage MySQL