11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
11010010001010010101010010101001
10100110011011110100011011111100
11110100101110010111011010101011
10001111111110000011110110111000
11100110100011110111010110101111
10110111101000010101011010111101
10010110101110110111111011101100
11010101101110010100011110110001
10100110111100110101110000011010
10001001100100100011001010101111
Senin, 06 September 2010
 **:**:**






KRISIS EKONOMI JILID II
14/06/2007
OLEH : DENY SETIAWAN, SE, M.EC.
DIMUAT OLEH : ADMINISTRATOR

Pernyataan Menkeu Sri Mulyani Indrawati sungguh mengejutkan. Beliau mengatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini mirip seperti keadaan menjelang krisis. Berbagai tanggapan, diskusi dan analisa langsung di gelar. Ada yang sependapat dengan pernyataan Menkeu tersebut dan tidak sedikit yang menolak pernyataan tersebut.

Inilah ilmu ekonomi. Dunia ramal meramal (dalam lingkup keilmuan). Namanya juga meramal, hasilnya tentu tidak dapat dipastikan sekarang. Seperti seorang paranormal meramal kehidupan artis, jika ramalannya benar maka ia akan berkata, "Tuh, benarkan kata saya!". Jika ramalan tersebut tidak tepat maka dia akan mempunyai seribu alasan untuk membela diri. Hal senada juga dikatakan oleh Prof . Paul Omerald dalam buku The Dead of economics, ia mengatakakan, "Jika dikumpulkan 5 orang ekonom untuk dimintai pendapatnya tentang suatu masalah ekonomi maka akan ada 10 jawaban". Sekali lagi inilah ilmu ekonomi.

Apakah ini salah? Tidak juga. Dunia memang sebuah ketidakpastian. Kehidupan manusia sangat dinamis begitu pula ekonomi. Hakiki adalah sifat Sang Khalik, bukan sifat kita sebagai manusia.

Kembali kepada pernyataan Menkeu tentang keadaan krisis dan para ekonom yang menolak penyataan tersebut, siapa yang harus kita percaya? Jika pernyataan mereka tidak berpengaruh terhadap kehidupan kita maka tidak perlu kita hiraukan. Masalahnya adalah pernyataan Menkeu ini telah membuat Harga Indek Saham Gabungan (IHSG) rontok dan nilai kurs rupiah kembali melemah. Bangsa ini pernah trauma dengan perkataan krisis. Belum lagi trauma tersebut terkikis habis sekarang telah mengema kembali. Tentu saja pernyataan Menkeu ini membuat masyarakat Indonesia kembali panik.

Untuk percaya dan tidak percaya pernyataan tersebut, mari kita lihat indikator perkembangan makro dan mikro perekonomian Indonesia sekarang. Lalu kita bandingkan dengan keadaan krisis ekonomi tahun 1997 agar kita dapat melihat persamaan dan perbedaan kondisi tersebut. Selanjutnya baru kita bicara tentang ramalan ekonomi.

Indikator Makro dan Mikro Ekonomi Indonesia

Menurut data yang dikeluarkan Bank Indonesia, cadangan devisa Indonesia mencapai 51 miliar USD pada tahun 2007 ini dibandingkan jumlah cadangan devisa sekitar 21,5 miliar USD pada tahun 1997. Ini berarti terjadi kenaikan cadangan devisa sebesar 29,5 miliar USD selama 10 tahun terakhir. Hutang luar negri Indonesia sebesar 128,9 miliar USD pada krisis ekonomi pada tahun 1997 dan pada tahun 2007 ini hutang luar negri Indonesia sebesar 140 miliar USD. Hal ini menunjukkan terjadi pengurangan hutang luar negri Indonesia kurang lebih sebesar 11 miliar USD.
Berikutnya, defisit transaksi berjalan untuk tahun fiscal 1997 sebesar 8,7 miliar USD dan sebaliknya tahun 2006/2007 terjadi surplus transaksi berjalan mencapai 9,6 miliar USD. Pertumbuhan ekonomi pula pada medio 1997 sebesar 7 persen hingga Indonesia termasuk dalam macan ekonomi Asia tetapi terjun bebas menjadi minus 6,21 persen saat terjadi krisis. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akhir 2006 sebesar 5,5 persen.

Nilai tukar kurs Indonesia dari Rp 2.000/USD tahun 1997 merosot menjadi Rp 14.000/USD hanya dalam beberapa minggu saja. Sedangkan pada tahun 2007 nilai tukar kurs berada di kisaran Rp 9.000/USD dan terus mengguat menjadi Rp 8.700/USD. Terakhir, pada tahun 1997 terjadi capital outflow (aliran dana keluar) sebesar 35-40 miliar USD. Sebaliknya sampai kuartal pertama tahun 2007 ini terjadi capital inflow (aliran dana masuk) di Indosesia sebesar 1 miliar USD.

Melihat data-data indicator makro dan mikro di atas wajar jika Wapres dan para ekonom BI mengatakan bahwa penomena keadaan krisis ekonomi seperti yang dilontarkan Menkeu jauh pangang dari api alias tidak mungkin karena hampir seluruh indikator ekonomi berada dalam tren yang positif.

Sejarah Krisis Ekonomi

Jika hampir seluruh data makro dan mikro perekonomian menunjukkan indikator yang positif mengapa Menkue berani mengeluarkan pernyataan bahwa keadaan perekonomian Indonesia ini mirip dengan keadaan menjelang krisis?

Menginggat kembali sejarah awal terjadinya krisis di Asia 1997, diawali dengan fluktuatifnya nilai kurs mata uang Thailand (bath Thailand). Fluktuasi kurs mata uang ini mempunyai efek domino terhadap kawasan regional. Makanya awal krisis tersebut di sebut krisis moneter bukan krisis ekonomi. Indonesia juga kena getahnya dan yang paling parah krisis moneter ini berlanjut pada krisis ekonomi dan lebih besar lagi menjadi krisis multi-dimensional.

Sejarah juga mencatat terdapat capital outflow yang besar pada tahun 2007. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab krisis moneter ketika itu. Sekarang terjadi capital inflow yang disebabkan stagnan perekonomian Negara Amerika dan Eropa sehingga Negara-negara tersebut melarikan likuditas dana ke Negara-negara Asia. Timur tengah juga sedang mengalami booming minyak yang mencari pasar untuk menyerap likuiditas tersebut. Mungkin dalam pengamatan Menkeu baik capital outflow dan capital inflow hakikatnya adalah sama. Inti dari permasalahan adalah semua dana yang masuk ke Indonesia melalui pasar keuangan yang sangat rentan resiko. Dan lebih riskan lagi dana-dana ini milik asing yang selalu profit oriented dalam berinvestasi. Tidak mungkin mengharapkan idealisme apalagi nasionalisme kepada mereka.

Jika pemain pasar keuangan yang mayoritas asing secara tiba-tiba (atau memang sebuah strategi) menarik dana yang masuk tersebut maka akan terjadi goncangan dalam perekonomian Indonesia. Nilai kurs rupiah dapat dipastikan akan bergejolak kembali. Kondisi perekonomian Indonesia sedang dalam keadaan yang tidak seimbang antara pasar keuangan dan sektor riil. Besarnya aliran dana yang masuk tidak di ikuti oleh pertumbuhan sektor riil yang baik pula.

Padahal keadaan ini sudah diterangkan ratusan abad yang lalu oleh ekonom Muslim Ibnu Khaldun yang mengatakan bahwa kekayaan suatu negara tidak ditentukan oleh banyaknya uang beredar di suatu negara, akan tetapi kekayaan suatu Negara dapat dilihat dari perkembangan tingkat produksi dan neraca pembayaran positif. Dalam bahasa sederhana beliau mengatakan bahwa kekuatan perekonomian yang kokoh dapat di lihat dari perkembangan sektor riil bukan dari sektor keuangannya.

Begitu pula dengan fluktuatif yang cepat dari kurs mata uang Indonesia. Meskipun BI telah menetapkan batas aman bagi nilai kurs rupiah di tingkat RP 9.500 – Rp 8.500 (dari survey eksportir dan importir) akan tetapi tidak ada yang bisa menahan gejolak ini kerena dana yang masuk dari para investor asing.

Fluktuatif nilai tukar ini juga diingatkan oleh ekonomi muslim Imam al-Ghazali dahulu. Sekarang mata uang telah diperjual-belikan sebagaimana yang terlihat dalam perekonomian moderen. Padahal Imam al-Ghazali pernah mengatakan memperdagangkan uang ibarat memenjarakan fungsi uang. Jika uang banyak diperdagangkan, niscaya tinggal sedikit uang yang dapat berfungsi sebagai uang. Dalam bahasa yang sederhana Imam Ghazali mengatakan tidak benar tindakan memperdagangan uang yang akan menyebabkan fluktuasi kurs. Fluktuasi kurs dapat menyebabkan kekacauan perekonomian.

Posisi Perekonomian Indonesia

Menilik dari gejala-gejala yang ada dalam perekonomian Indonesia saat ini maka kita juga harus bersepakat bahwa kemungkinan krisis ekonomi di Indonesia dapat terjadi seperti yang diramalkan oleh Menkeu. Perekonomian kita tidak ditopang dengan perkembangan sektor riil dan keuangan yang berimbang.

Telah berkali-kali penulis dalam berbagai kesempatan mengingatkan kepada lembaga keuangan dan bank untuk mewaspadai hal ini. Alasan peraturan dan ketakutan terhadap pelangaran peraturan menjadi alasan klasik kenapa sampai sekarang lambatnya sector riil bergerak. Padahal jika kita berjalan di rel yang benar kenapa harus takut.

Satu hal lagi yang perlu di ingat adalah kekuatan cadangan devisa Negara. Indonesia bukan China. Seberapa kuat Indonesia dapat menahan krisis dengan mengandalkan cadangan devisa yang hanya 51 miliar USD dibandingkan China dengan cadangan devisa sebesar 1 triliun USD. Jelas ini tidak dapat dijadikan alasan mengatakan perekonomian kita yang kokoh menurut sebahagian ekonom.

Paling tidak dengan pernyataan Menkeu tersebut kita menjadi sadar dan harus berhati-hati dalam mengatur kebijakan perekonomian Indonesia. Apalagi Jonh Parkins (seorang pelaku ekonomi) dalam bukunya confession of economic hit man telah membuka mata kita bagaimana cara yang dilakukan Negara-negara maju untuk terus mengerogoti Negara berkembang dan terbelakang demi kepentingan perekonomian mereka. Salah satu cara adalah dengan memberikan hutang untuk mendapatkan jatah sumber daya alam yang melimpah. Untuk kondisi sekarang, cara yang paling mutakhir untuk mengoyang perekonomian Negara-negara tertentu adalah dengan cara masuk ke pasar-pasar keuangan melalui pembelian saham, obligasi dan sejenisnya.

Mudah-mudahan ini menjadi pemikiran kita bersama agar krisis ekonomi yang dapat menyengsarakan rakyat Indonesia tidak terulang kembali seperti 10 tahun yang lalu. Krisis ekonomi jilid II (jilid I pun belum selesai) seperti yang diramalkan Menkeu dapat menjadi acuan kita dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi yang lebih bijak demi terujudnya kekuatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Penulis.
Penulis
Deny Setiawan, SE, M.Ec.
Dosen STIE Syariah Bengkalis
E-mail: deny_2109@yahoo.com

«« ARSIP ARTIKEL

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah: 275
_____________________________

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
QS. Al-Baqarah: 61
_____________________________

Dan setelah datang kepada mereka Al Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
QS. Al-Baqarah: 89
_____________________________

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS. Al-Baqarah: 102
_____________________________

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. Al-Baqarah: 26-27
_____________________________

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
QS. Al-Baqarah: 113-114
_____________________________

Rasul telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"
QS. Al-Baqarah: 285
_____________________________

"Akan datang pada kaum (orang-orang menuntut ilmu). Apabila kalian melihat mereka, maka katakanlah kepada mereka: "selamatlah dengan wasiat-wasiat (pesan) Rasulullah saw dan berilah fatwa mereka".
(HR. Ibnu Majah)
_____________________________

"Berpegang teguhlah kamu kepada tali Agama Allah (Islam) dan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah swt atasmu ketika kamu bermusuh-musuhan lalu dilunakkan hati-hatimu, lalu jadilah kamu berkat nikmatnya itu bersaudara sedangkan kamu pada waktu itu sedang berada di tetapi jurang api neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah swt menjelaskan ayat-ayatNya supaya mendapat petunjuk."
(Q.S. Ali Imran: 103)
_____________________________

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
(Q.S. Al-Ikhlas: 1-4)
_____________________________

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
(Q.S. Al-Qaria: 1-11)
_____________________________


Mohon Maaf, Karena Ada Pihak-Pihak Tertentu Yang Tidak Bertanggung Jawab Dan Sengaja Ingin Mengacaukan Tampilan Website Ini Dengan Isi Pesan Yang Tidak Sesuai Dengan Norma-Norma Islami. Untuk Itu Layanan Ini Terpaksa Kami TUTUP, Supaya Dapat Dimaklumi.
Terima Kasih Atas Perhatiannya.

|> KIRIM PESAN | LIHAT ARSIP <|

Homepage PHP Homepage MySQL